Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts

Tuesday, October 9, 2012

investasi itu seperti...

Kultwit by @ahmadgozali (tp lupa euy tanggal berapa)
Yuukkzzzz mulaaiii.....

@ahmadgozali: Wah... Kelas langsung penuh aja. Oke, kita mulai bahasan dgn tag #Invest

@ahmadgozali: 1. #Invest itu seperti kendaraan, yg bawa kita dari kondisi keuangan skrg, ke kondisi keuangan tertentu di masa depan (tujuan).

@ahmadgozali: 2. Selain perlu kendaraan #Invest kita juga perlu punya peta, itulah strategi investasi kita. Lewat mana, speed brp, isi bensin dmn, dll.

@ahmadgozali: 3. Ibarat perjalanan, sikon keuangan = start, tujuan keuangan = finish, strategi = peta, produk keuangan = kendaraan, uang = bensin. #Invest

@ahmadgozali: 4. Tentukan dulu start & finishnya, lalu buat jalurnya di peta. Dari situ, baru kita bisa pilih kendaraan apa yg cocok. #Invest

@ahmadgozali: 5. Tentunya pemilihan kendaraan #Invest ini hrs disesuaikan juga dgn bensin yg bisa kita beli dgn uang yg ada.

@ahmadgozali: 6. Maka pertanyaan "Investasi apa yg paling bagus?" tdk akan bisa dijawab jika tdk tahu start, finish, peta & persediaan bensinnya.

@ahmadgozali: 7. Bagus mana #Invest A ato B? Jawaban paling tepat adlh fahami A, fahami B, baru bisa tahu mana yg paling cocok dgn perjalanan Anda.

@ahmadgozali: 8. Secara umum, #Invest bisa dianalogikan jadi 3 tipe: Angkutan umum (bis, angkot, dll), Taxi, dan Angkutan Gelap (taxi gelap, omprengan).

@ahmadgozali: 9. Angkutan umum itu jelas trayeknya, kendaraan & supirnya hrs berizin. #Invest resmi, yg perushaan & pengelolaanya berizin, diatur UU.

@ahmadgozali: 10. Contoh #Invest jenis angkutan umum: bank, reksadana, asuransi, saham, obligasi/sukuk, dll.

@ahmadgozali: 11. Kalo taxi, supir & kendaraannya berizin, trayek bebas asalkan dlm kota. Ini ibarat #Invest khusus di discretionary fund via MI/WM.

@ahmadgozali: 12. #Invest tipe taxi ini bebas mau invest dimana & utk apa dgn batasan tertentu, dikelola oleh manajer investasi khusus. Perlu dana besar.

@ahmadgozali: 13.Tipe terakhir adlh kendaraan omperangan alias taxi gelap. Tak bertrayek, kendaraan & supirnya tak berizin, krn saling percaya saja.

@ahmadgozali: 14. #Invest tipe omprengan ini ibarat invest langsung ke bisnis seseorang. Tak diatur dgn jelas dlm UU, tak diawasi pemerintah, bebas saja.

@ahmadgozali: 15. #Invest tipe omprengan ini tdk diatur, semua berdasarkan kepercayaan saja. Maka risiko pun ditanggung masing2 investor.

@ahmadgozali: 16. Maka jgn tanya #Invest tipe omprengan ke saya, dijamin saya tidak kenal. Namanya juga omprengan... dimana2 ada, gak pake merek jelas.

@ahmadgozali: 17. Nah, bahasan akan saya lanjutkan dgn fokus ke 2 tipe #Invest yaitu angkutan umum & omprengan saja. Yg taxi kita tinggal aja :)

@ahmadgozali: 18. Angkutan umum pun ada banyak jenisnya. Reksadana itu seperti bis, muatnya banyak, bebas naik-turun dimana aja, ada peran supir & kernet.

@ahmadgozali: 19. Supir yg pegang kendali (seperti Manajer Investasi), kernet yg pegang uang (seperti bank kustodian), penumpang (investor) duduk santai.

@ahmadgozali: 20. Obligasi/Sukuk itu seperti kereta. Cuma bisa naik/turun di stasiun. Pembelian pada prinsipnya cuma bisa di saat tertentu saja. #Invest

@ahmadgozali: 21. Deposito itu seperti angkot, jalannya lambat, trayeknya pendek. Tabungan itu seperti bemo, jalannya pelan bgt, trayeknya pendek bgt.

@ahmadgozali: 22. Jadi klo buat jk panjang apa gak bisa pake deposito? | Bisa aja sih, tapi jadi lbh mahal krn hrs sambung-sambung angkot & lama sampenya.

@ahmadgozali: 23. Reksadana (Bus) ada beberapa jenis: Bus AKAP yg ngebut (RD Saham), Bus AKDP yg lumayan (RD Campuran), Bus dlm kota (RD PT), ...

@ahmadgozali: 24. Bus dgn jalur khusus alias Busway (RD Terproteksi). Eh kalo RD-PU mirip bus apa ya? Kopaja/MetroMini kali ya alias bis kecil :)

@ahmadgozali: 25. Unitlink/Asuransi Investasi itu masuk tipe angkutan umum. Mungkin ibarat busway gandeng, 2 mobil tpi 1 mesin. Naik-turun diatur.

@ahmadgozali: 26. LM & Properti masuk mana? kok blm dibahas? | Ini ibarat mobil pribadi. Bebas beli, bebas jual, transaksi sendiri, gak diatur.

@ahmadgozali: 27. Saham bgmn? Kalo beli saham di bursa itu kategori angkutan umum. Kalo saham non-listing di bursa, itu ibarat omprengan.

@ahmadgozali: 28. Nah, skrg tipe omprengan. Bebas, berdasarkan kepercayaan aja. Contohnya macem2 lah... invest di PT X, PT Y, PT Z, dll.

@ahmadgozali: 29. Tapi namanya juga omprengan, jangan ngeluh dong kalo ternyata supirnya atau mobilnya bermasalah di tengah jalan. #Invest

@ahmadgozali: 30. Boleh gak #Invest omprengan? gak dilarang, tapi hrs kenal dgn supirnya, tau reputasinya, dan JANGAN TIDUR DI OMPRENGAN. Ini PENTING.

@ahmadgozali: 31. Nah, banyak yg "rugi konyol" dgn #Invest omprengan krn gak mau kenal supirnya, dan tidur. Setor duit, nunggu balik modal. Salah besar.

@ahmadgozali: 32. #Invest yg tdk diawasi pemerintah, maka kita sendiri sbg investor hrs awasi dgn lbh ketat. Investor hrs tau dananya dipakai utk apa.

@ahmadgozali: 33. #Invest omprengan yg sifatnya terbatas, banyak yg bener. Omprengan yg sifatnya umum tdk terbatas, hampir semuanya investasi bodong!

@ahmadgozali: 34. Semua bisnis pasti ada batasnya: pasar, kapasitas produksi, bahan baku, SDM, dll. GAK MUNGKIN bisnis perlu modal tdk terbatas. #Invest

@ahmadgozali: 35. Ciri penting #InvestBodong adlh: Sedot modal tak terbatas, bonus utk yg merekrut pemodal, penggunaan dana & bentuk usaha tdk jelas.

@ahmadgozali: Hehe... rupanya malah makin melantur ngabsen isi terminal.... pdhl maksud hati ingatkan utk sangat hati2 jika #Invest omprengan :)

@ahmadgozali: Kalau begitu izinkan saya kembali ke pool, kita narik lagi lain waktu.... tarik maaangggg....

Thursday, November 3, 2011

Simulasi Reksadana Saham

Kultwit AidilAKBAR dengan hashtag #FinWisdom

Kalo pengen baca kultwit laennya silahkan klik hashtag diatas.
Kali ini pengen nyatat tentang simulasi2 reksadana saham yang diberikan olehnya en pengen buktiin pas udah ngerealisasiinnya aamiin soon (seperti kata mas Salah satu cara untuk menjadi cepat kaya adalah dengan berinvestasi )


1. kita punya 10jt, ditabung bunga 2%, dgn inflasi 13%/thn, dlm 10thn, nilai uang kt jd 3,6jt --->JANGAN DIPRAKTEKIN!!!! hahhahaaa secara uang masih pas2an jangan malah ngegaji karyawan2 bank tempat kita tabung / depositoin hihiihihihhiii

2. Invest Rp 1.000.000 jg ke Reksadana Saham 1x,10 thn berpotensi jd 9,3jt,15thn jd 28jt,20thn jd 86jt ---> Februari 2012 (tow pas TRMku cair bulan Jul 2011) HARUS DIPRAKTEKIN!!! Secara gitu loh 1jt itu begitu cepet habis palagi kalo nyushi tiap minggu hoohhh, jadi daripada didiemin di perut jadi lemak en mengancam kesehatan mending 1jt didiemin di Reksadana Saham hhhhmmmm Bismillah moga bisa terlaksana

3. Invest rutin Rp. 500rb/bln selama 5thn ke Reksadana Saham berpotensi jd Rp. 59,9jt ---> ASAP HARUS DIPRAKTEKIN!!! (Maksimal 2 tahun setelah menikah tuk dana Pensiun Aku en Dia) Secara gitu loh tuk tahun pertama pernikahan sepertinya habis tuk penyesuaian biaya hidup berdua, bayar utang biaya nikah (hhmmm walo berharap balik modal dr angpao *huufffttt bukan gak ikhlas hajatan). Reksadana Saham tentunya jadi pilihan bismillah

4. Invest rutin 500rb/bln, 10thn berpotensi jd 266jt, 15thn jd 978jt, 20thn jd 3,4M ---> Masih ada harapan masa depan pas pensiun terjamin ^_^, ASAP HARUS DIPRAKTEKIN!!! (Maksimal 2 tahun setelah menikah tuk dana Pensiun Aku en Dia.

5. Kalo usia 30thn, invest 500rb/bln ke RDS, pensiun 25 tahun lg berpotensi jd 11,8M  ---> Masih ada harapan masa depan pas pensiun terjamin ^_^, ASAP HARUS DIPRAKTEKIN!!! (Maksimal 2 tahun setelah menikah tuk dana Pensiun Aku en Dia.

6. Kalo usia 25thn, invest 500rb/bln ke RDS, pensiun 30thn lg berpotensi jd 41M ---> Udah LEWAAATTTTT!!!!! Tuk Ilham, Mira dll yang masih berumur 25 taon ke bawah, bersyukurlah bisa invest dengan nilai yang sama denganku tp menghasilkan lebih buanyak (insya allah, pdhl per 04-11-11 blm mulai invest jg ko baru daftar doang di danareksa hehehe) 

Tuesday, September 6, 2011

Investasi Bagi Pemula

Kultwit by @AidilAKBAR khusus bagi para pemula yang ingin memulai investasi

OK mari kita mulai, sebenarnya materi ini sangat sederhana, tapi menjadi sangat penting bagi calon investor, hashtag kt

Tidak bisa dipungkiri, salah satu cara untuk menjadi cepat kaya adalah berinvestasi  

Kalau investasi langsung ke bisnis sulit, maka lebih mudah investasi ke produk keuangan  

Btw untuk Q&A akan dijawab setelah seri twit2nya ya, agar temen2 yang nyimak ngak keganggu

Kenapa kita perlu berinvestasi? Karena daya beli uang kita akan turun dari hari ke hari  

Contoh,kt punya 10jt,ditabung bunga 2%,dgn inflasi 13%/thn,dlm 10thn, nilai uang kt jd 3,6jt  

Artinya,kl skrng dgn 10jt kt bs beli ipad,10thn lg,uang kita yg 3,6jt itu sudah tidak cukup  

Jangan menunda untuk berinvestasi dengan begitu kita akan tau besar kecilnya investasi kita

Besar kecilnya investasi&hasilnya ditentukan dr nominal,return,seberapa sering,jangka waktu  

Tanpa adanya waktu yang cukup, investasi kita tidak bisa berkembang maksimal

Contoh 1, invest 1 juta ke Reksadana Saham 1x saja, dalam 5 tahun berpotensi jd HANYA 3jt  

Contoh 2,invest 1jt ke Reksadana Saham 1x,10 thn berpotensi jd 9,3jt,15thn jd 28jt,20thn jd 86jt  


Lakukan investasi begitu kita MENERIMA GAJI, JANGAN TUNDA lagi

Lakukan investasi secara RUTIN, usahakan minimum setiap bulan  

Investasi yang rutin akan mendidik kita untuk berdisiplin menyisihkan uang  

Investasi yang rutin ke produk pasar modal berpotensi memberikan hasil tinggi dlm jangka panjang  

Contoh 3,invest rutin Rp.500rb/bln selama 5thn ke Reksadana Saham berpotensi jd Rp. 59,9jt  

Contoh 4,invest rutin 500rb/bln, 10thn berpotensi jd 266jt, 15thn jd 978jt, 20thn jd 3,4M  

Bayangkan hanya dengan 500rb/bln kl invest rutin dlm 20thn berpotensi menjadi 3,4M  

Contoh 5,kl usia 30thn,invest 500rb/bln ke RDS, pensiun 25thn lg berpotensi jd 11,8M  

Contoh 6,kl usia 25thn,invest 500rb/bln ke RDS, pensiun 30thn lg berpotensi jd 41M  

Bayangkan, hanya dgn 500rb/bln invest rutin 25thn berpotensi jd 11,8M, 30thn jd 41M  

RDS= Reksadana Saham salah 1 produk investasi di pasar modal,beresiko tp dlm jk panjang bagus

Dengan Investasi di pasar modal kita akan menikmati hasilnya dalam jangka panjang  

Jangan lupa selalu memiliki dana darurat dan asuransi sebelum berinvestasi  

Mengapa demikian? Karena investasi untuk jangka panjang mengandung resiko naik turun  

Dana darurat dan asuransi dapat jadi pegangan kl dibutuhkan ktk investasi kita naik turun  

Dana darurat dan asuransi dapat menutupi kebutuhan dana jangka pendek  

Sesuaikan alokasi aset kita dengan cara berinvestasi dan sifat kita  

Sesuaikan investasi dengan sifat yang menonjol pada diri kita  

Karena sifat kita akan berpengaruh dengan investasi yang kita tanam

Diversifikasi akan menurunkan resiko  

Diversifikasi adalah menyebar investasi kita kedalam beberapa produk  


Bayarlah diri kita terlebih dahulu, potong gaji bulanan utk invest sblm bayar yg lain

Anggap saja investasi bulanan yg kita bayar adalah sebuah tagihan yg hrs rutin dibayar  

Secara tidak langsung itu dapat membuat kita menjadi lebih disiplin berinvestasi  


Jangan mencoba melawan pasar

Investasi kita yang kecil tidak dapat bersaing dengan pasar yang demikian besar  

Investasi jangka panjang yang mengikuti indeks hampir selalu menjadi pemenang  


Hindari trik-trik dari orang yang membujuk kita agar menjadi kaya mendadak

Apabila ada penawaran yang tidak masuk akal lebih baik abaikan saja

Sekian ,utk Reksadana akan kita bahas di twit besok siang di jam yang sama








Wednesday, August 10, 2011

Kenapa Tidak Pada Unitlink (Bagian 1)

By Ligwina
Linknya DISINI


Tuesday, 09 August 2011

Unitlink adalah sebuah produk hibrid yang dijual oleh perusahaan asuransi. Biasanya jenis paling populer adalah Unitlink dengan produk dasar berupa Asuransi Jiwa Whole Life untuk pembayaran premi 10 tahun dengan coverage hingga umur 99 tahun. Kemudian, produk ini akan ditempeli produk-produk tambahan seperti Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Penyakit Kritis dan Unit Investasi.

Pertanyaannya adalah, yang mana dari sekian banyak produk yang saling menempel tersebut yang memang betul-betul Anda butuhkan? Jika memang membutuhkan semuanya, apakah produk-produk sudah dalam manfaat yang maksimal? Apakah produk-produk tersebut dapat Anda peroleh terpisah dengan manfaat lebih besar dan biaya lebih rendah?

Simak kisah teman saya, sebut saja bernama Reni. Reni adalah perempuan muda berumur 26 tahun, bekerja freelance untuk sebuah biro periklanan. Reni masih tinggal bersama orang tuanya di sebuah daerah elit di Jakarta Selatan. Singkat cerita, Reni dan keluarganya dalam kondisi keuangan yang tidak kekurangan.

Reni datang pada saya membawa sebuah polis asuransi Unitlink. Asuransi ini terdiri dari Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan dan Unit Investasi. Reni merasa bingung karena ia sudah menyetorkan uang cukup besar untuk ukuran seorang pekerja freelance dalam 12 bulan terakhir. Tetapi saat membuka laporan kinerja yang dikirimkan perusahaan asuransi, Reni tidak melihat saldo yang seharusnya lebih besar dari premi yang telah disetor.

Ada beberapa problem dari pilihan Reni ini. Mari kita bahas satu per satu.                        



1)      Proteksi Jiwa
Asuransi Jiwa dalam Unitlink biasanya berupa Asuransi Jiwa Whole Life. Tentu ini penting untuk Anda yang memiliki tanggungan. Jika terjadi meninggal dan Anda belum memiliki Aset cukup besar untuk menggantikan penghasilan Anda, maka keluarga akan menghadapi masalah keuangan yang serius.

Khusus untuk kasus Reni, ia belum memiliki tanggungan. Reni malah masih tinggal dengan orang tuanya dan menjadi tanggungan. Dalam polis asuransinya, tertera bahwa Uang Pertanggungan (nilai uang yang diberikan oleh perusahaan Asuransi jika Reni meninggal dunia) adalah sebesar Rp 20 juta.

Tadinya Reni berpikir, “Lumayan kalau saya meninggal, Ibu bisa menerima Rp 20 juta.” Tetapi sebetulnya Ibunda Reni tidak membutuhkan dana tersebut. Artinya saat ini Reni belum membutuhkan proteksi jiwa.



2)      Proteksi Kesehatan
Semua orang tanpa kecuali membutuhkan fasilitas kesehatan. Reni bekerja freelance, artinya perusahaan tempatnya bekerja tidak memberikan fasilitas kesehatan apa pun. Maka, Reni sangat membutuhkan fasilitas kesehatan sendiri dalam bentuk Asuransi Kesehatan.

Polis asuransi Unitlink yang Reni miliki memuat Asuransi Kesehatan sebagai salah satu produknya. Hanya saja Reni lengah tidak memperhatikan manfaat Asuransi Kesehatan yang telah ia beli. Ternyata manfaat dalam Asuransi Kesehatan ini adalah rawat inap untuk kamar kelas Rp 125.000 per malam. Padahal jika sampai sakit, Reni akan memilih Rumah Sakit terdekat dengan kamar kelas Rp 1.500.000 per malam.

Tentu saja Asuransi Kesehatan dalam polis asuransi Unitlink Reni ini tidak memadai untuk kebutuhan proteksi kesehatan Reni.



3)      Unit Investasi
Berikutnya adalah unit investasi. Premi yang Reni setorkan di tahun pertama terbagi menjadi biaya asuransi dan unit investasi. Sebetulnya Reni dapat memilih jenis dari unit investasi ini, bisa di pasar uang atau pasar modal (pendapatan tetap, campuran atau saham). Sebetulnya di usia sangat muda dan tanpa tanggungan, Reni dapat mengambil risiko tinggi untuk investasi Dana Pensiun. Sehingga jika memang ingin berinvestasi untuk periode yang panjang di atas 15 tahun, Reni dapat mempertimbangkan jenis saham untuk unit investasinya.



Kenyataannya Reni tidak mengerti produk yang ia beli. Unit investasi yang ia pilih dalam asuransi Unitlink ini adalah pasar uang (money market). Sehingga porsi dari premi yang Reni setorkan memiliki pertumbuhan yang sangat rendah. Saat bertemu saya, hasil unit investasi pasar uang ini adalah 2% per tahun. Padahal seharusnya untuk unit investasi pasar uang di tahun tersebut paling dapat menghasilkan 5%-7% per tahun.

Artinya Reni membutuhkan hasil investasi yang lebih tinggi dan tentu saja pemahaman risiko yang lebih tinggi juga.

Kesimpulannya, produk Asuransi Unitlink ini tidak cocok untuk seorang Reni. Jika ditutup tentu rugi, namun jika diteruskan tidak memberi manfaat maksimal untuk Reni. Jika ingin menutup produk ini, Reni perlu segera membeli dulu Asuransi Kesehatan agar memiliki proteksi kesehatan sebagai pengganti. Sebetulnya ada lho Asuransi Kesehatan yang tersedia untuk individual dan dijual terpisah dari Asuransi Jiwa. Biasanya ini disediakan oleh perusahaan General Insurance dengan premi yang rendah dan manfaat yang sesuai kebutuhan kita.

Selain itu, Reni juga harus segera berinvestasi. Ia memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap premi yang telah ia setorkan. Seharusnya Reni tahu bahwa premi yang disetorkan selama ini memang memiliki komponen biaya asuransi. Jika ingin menutup asuransi Unitlink dan memiliki nilai dari jumlah uang premi yang mampu ia setor, maka Reni harus berinvestasi secara terpisah. Ini dapat dilakukan melalui produk Reksadana. Risiko investasi yang dihadapi unit investasi dalam UnitLink adalah sama saja dengan risiko unit investasi dalam Reksadana. Keduanya akan masuk dalam Pasar Uang atau Pasar Modal Indonesia. Hanya saja unit investasi dalam Reksadana tidak dikenakan lagi biaya asuransi seperti dalam Unitlink sehingga pertumbuhan unit bisa lebih efisien.

Pembaca Kontan tentu memiliki usia dan latar belakang yang berbeda dengan Reni. Setiap orang akan memiliki kebutuhan masing-masing. Sudahkah Anda memeriksa polis asuransi Unitlink yang Anda miliki? Pastikan Anda memang memiliki produk yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai Anda hanya rajin saja membayar premi tanpa tahu manfaat apa yang harusnya Anda dapatkan dari produk yang Anda miliki.

Pada edisi berikut saya akan membahas lebih lanjut tentang Asuransi Unitlink ini lengkap dengan perhitungan yang lebih detil. Juga penjelasan bagaimana Anda sebagai konsumen dapat meminta alternatif produk asuransi seperti asuransi tradisional dan bagaimana Anda sebagai agen asuransi dapat menjelaskan pilihan asuransi tradisional [Bersambung]





Finance Should be Practical!

                                              

Tulisan ini pernah dimuat di Tabloid Kontan edisi 11 – 17 Juli 2011

UnitLink vs Reksadana

Sebulan yang lalu tepatnya tgl 1 Juli 2011
Hampir saya daftar UL di a*a m*****i
Bukan karena alasan yg tepat akhirnya pending daftar tp karena keraguan ati plus smua teman bilang JANGAN

Dan hari ini aku dapat artikel
Yang ditulis oleh sang financial planner professional @mrshananto


(Linknya http://qmfinancial.com/content/view/147/36/)

Monday, 14 January 2008

CATET : Saya Ligwina Hananto. Saya TIDAK membeli asuransi unitlink :P

Ada beberapa ’teman’ yang tanya kenapa saya TIDAK BELI unitlink. Banyak banget alasannya Boss . Mungkin ya... kalau ada teman-teman yang mau seperti saya jawaban seperti di bawah ini bisa membantu heuheuheu...

Mbak, produk kami adalah produk unitlink dari perusahaan ternama XYZ.
 Gak mau Mas, saya gak perlu unitlink.

Tapi kan perlu investasi Mbak.
 Sudah investasi dong Mas. Untuk investasi saya pakai beberapa reksadana, beberapa bisnis, properti dan saham.

Tapi reksadana kan ada risikonya Mbak.
 Unit investasi dalam unitlink itu kan reksadana juga Mas. Resiko investasinya sama saja, tergantung jenis instrumen di dalamnya.

Unitlink kan ada asuransinya… dengan 1 juta / bulan, UP nya besar lho Rp 280 juta.
 No thank you. Rp280 juta gak cukup Mas. Itu cuma seharga mobil suami saya. Masak nilai nya suami saya disamain sama mobilnya? Kami sudah fully covered Mas, Uang Pertanggungannya Rp 1M, cuma bayar Rp 4 juta / tahun. Uang Pertanggungan Rp 4M, cuma bayar Rp 13 juta /tahun. Jauh kan?

(FYI, asuransi jiwa term life 10 tahun untuk seseorang berusia sekitar 30 tahun, dengan Uang Pertanggungan di bawah Rp 400 juta, paling-paling preminya hanya Rp 750 ribu / tahun)

Dalam unitlink ada waiver dan rider yang sangat berguna lho Mbak. Jadi kalau ada apa-apa dan tidak dapat membayarkan premi nya lagi, perusahan asuransi akan melanjutkan investasinya. Jadi di tahun ke 13, uang sekolah S1 nya dapat tetap tercapai.
 UP asuransi jiwa kami sudah sangat memadai. Jadi kalau ada apa-apa, justru UP ini yang harusnya langsung keluar, gak usah nunggu 13 tahun lagi dan kami investasikan kembali sekarang. (Money today is worth more than money 13 years from now!) Target dana S1 anak saya 13 tahun lagi Rp 1,5 M, kalau UP nya 4M artinya didepositokan juga sudah cukup.

Kalau sampai perusahaan asuransinya gak mau membayarkan klaim dengan UP jiwa ini pun, aset yang ada masih dapat dikelola agar menghasilkan nilai yang optimal.

Yang ini ada investasinya lho Mbak.
 Unit investasi dalam unitlink itu sama saja dengan reksadana. Jadi investasinya langsung aja di reksadana Mas. Jadi kalau investasinya Rp 500ribu per bulan atau Rp 6 juta /tahun. Terus asuransinya dibeli terpisah dengan asuransi jiwa term life 10 thn (beserta asuransi kecelakaan), UP Rp 1 M, premi Rp 4 juta /tahun. Jadi dengan bayar Rp 10 juta / tahun saya dapat UP lebih besar, investasi saya di reksadana cuma dipotong 0% - 2% subscription fee. Tadi Mas kasih saya ilustrasi Rp 12 juta /tahun, UP cuma Rp 280 juta, unit investasi dipotong fee 5% dan tahun-tahun pertama gak langsung masuk ke unit investasinya.

Oh Term life, itu kan traditional Mbak. Kami udah gak jual itu.
 Kenapa dong gak mau jual? Mau traditional atau modern gak masalah Mas. Yang penting produknya membuat Financial Plan saya efisien. Dengan mengeluarkan uang yang lebih sedikit, saya dapat lebih banyak coverage dan unit investasi yang saya dapatkan lebih banyak, gak dipotong-potong fee terlalu banyak. Ini belum ngomongin return lho.

Term life kan gak ada nilai tunainya Mbak? Terus kalau sudah tua, umur 55 misalnya, jadi mahal kan preminya Mbak.
 Saya perlu asuransi jiwa untuk perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya tidak beli asuransi untuk cari nilai tunai. Semua nilai tunai tercapai dengan investasi yang sistematik. Saya membuat Financial Plan keluarga saya lengkap dengan Dana Darurat dan investasi dibagi berdasarkan tujuan. Jadi keperluan asuransi pun harus direview tiap tahun.

Umur 55 tahun harusnya sudah siap dengan dana pensiun dong. Jadi gak perlu lagi asuransi jiwa. Kalau pun belum punya dana pensiun, anak-anak harusnya sudah besar-besar. They should take care of themselves, gak perlu lagi nilai tunai atau Uang Pertanggungan asuransi jiwa dari kami. Umur segitu yang saya perlukan jadinya asuransi kesehatan untuk pensiunan dan Dana Pensiun dalam jumlah besar.

Betul Mbak, kesehatan penting sekali. Yang ini ada untuk penyakit kritisnya Mbak. 40 penyakit kritis yang dicover.
 Permisi ya... coba deh periksa di polis asuransi yang sudah jadi. Asuransi penyakit kritis ini gak akan langsung keluar begitu kena diagnosa. Fungsi asuransi penyakit kritis ini fungsinya seperti asuransi kecelakaan : untuk menggantikan hilangnya penghasilan karena ketika kena penyakit kritis kita gak bisa bekerja normal lagi. Bukan untuk mengobati. Jadi kalo kena diabetes, masih bisa hidup 7 tahun lagi, ya gak keluar tuh UP penyakit kritisnya. Gagal ginjal kedua-duanya dan tidak bisa transplan lagi, baru keluar UP penyakit kritisnya. Stroke, keluar UP nya. Kanker, stadium 4 baru keluar UP nya.

Jadi kalau kena penyakit kritis gimana dong Mbak?
 Harusnya Dana Daruratnya ada tuh Mas kalo cuma mau Rp 280 juta. Kalau kuatir dengan bagaimana mengobati penyakit kritis, kita perlu asuransi kesehatan yang bagus banget – yang mau bayarin biaya berobat rutin untuk penyakit kronis. Terutama yang ada guarantee renewability nya. Nah di Indonesia belum ada aturan yang mengharuskan guarantee renewability, jadi mending ambil asuransi kesehatan yang premium, udah ada kok dari luar negeri. Tinggal dibandingkan mana yang prioritas, beli asuransi premium ini atau investasi. Premi asuransi kesehatan premium itu berkisar antara US$700-US$7000, dengan benefit pembayaran jika sakit yang aduhai juga.

Yang syariah juga ada lho Mbak
 (may be it’s the jilbab thing hehehe)
Mas, bukan soal syariah gak syariahnya. Tapi struktur produk unitlink nya ini yang gak nyambung sama sekali dengan Financial Plan saya. Kalau mau cari produk syariah, reksadana juga banyak yang syariah.

Return unitlink tinggi lho Mbak.
 Kalau mau return tinggi, justru jangan di unitlink Mas. Reksadana Saham tuh resiko tinggi, return juga sekarang lagi tinggi. Sama kan unitlink juga punya kok reksadana saham, disebutnya equity fund, padahal sama aja. Jadi tinggal liat, hayo berapa return equity fund nya?

Itu kan cuma urusan MI mana yang lebih jago aja. Jadi siapa MI nya?
 Schroders, Fortis, Manulife, Trimegah, Danareksa? MI-MI itu semua jual reksadananya sendiri lho, beli langsung atau lewat bank juga bisa, subscription fee nya juga lebih rendah 0%-2%, di unitlink 3%-5% kan? Coba deh cek siapa MI nya. Kalau MI ini gak jual reksadananya (baca: unit investasi dari unitlink) kecuali lewat asuransi yang sister companynya, malah gawat dong. Artinya distribusinya terbatas sekali. Ya simple aja, bandingin performance nya dengan MI lain. Kita mempercayakan dana kita dikelola oleh MI, ya harus mau membandingkan MI-MI ini dong.
 Tapi, ngapain saya beli reksadananya Schroders, Manulife, Fortis atau Danareksa lewat asuransi kalo saya bisa beli langsung ke mereka atau lewat bank?

(FYI periksa performance MI di unitlink dan reksadana. Harusnya dalam 3 tahun terakhir equity fund dari unitlink dan reksadana dapat menghasilkan return > 40% per tahun. Jadi kalau ada MI yang equity fund nya di tahun 2005 hanya menghasilkan 14%.... tanya kenapa! Yang bener aja, diputerin ke mana tuh uangnya, ngaku aja equity fund, jangan-jangan isinya bukan saham. Gawat gak tuh?)

Ya diversifikasi aja Mbak. Kalau punya uang lebih, bisa ditaro di unitlink.
 Mas, unit investasi dalam unitlink itu sama aja dengan reksadana. Jadi kalau mau diversifikasi bukan lewat unitlink, tapi di jenis instrument nya. Money Market, Fixed Income, Balance or Equity. Jadi diversifikasi bukan liat di struktur asuransi yang digabungkan dengan unit investasi reksadana dong. It doesn’t make sense.

Ya tapi kan gak semua orang seperti Mbak Wina…
 Lho, kenapa gak? Tell me : Why not?
Coba kasih alasan yang bener.
Kenapa kita semua gak bisa bikin Financial Plan yang komprehensif – yang lengkap – yang betul-betul memperhatikan semua kebutuhan keluarga kita? Kenapa kita semua gak bisa membuat diri lebih pintar supaya bisa mengerti semua isi dagangan produk-produk investasi atau asuransi yang sedang ditawarkan di depan mata kita?
Kenapa kita semua gak bisa membeli produk keuangan dengan lebih efisien, sehingga gak bayar fee kebanyakan, gak beli produk yang underperforming, dan bisa mencapai lebih banyak tujuan finansial dengan lebih cepat?
Gak ada kan alasan supaya kita gak bisa begitu?

Tell me why I need this??? Seriously…
Listen up! Let’s say this together… out loud…

You ARE smart! You continuously gain more knowledge on investment. Check out the numbers and let the numbers speak to you…

Numbers don’t lie!
Ligwina Hananto

Reksadana

Dr jumat tgl 5 Agustus IHSG melemah
Nah mungkin karena itu, kata "saham" menjadi perbincangan yg memanas
Mulai dr harga saham yg anjlok
Tow para investor yg sibuk melakukan penjualan sahamnya yg gila2an

Karena saham, merupakan bagian salah satu pilihan reksadana yang ada saat ini
Jadi keliatannya reksadana jd bahasan yg menarik
(Menarik krn minimnya pengetahuan ttg reksadana termasuk saya)
Dan barangkali ini yg mbuat 2 pakar yg hebat lgs membahas reksadana di hari yg sama waktu berbeda
*smoga jd imu yg bermanfaat bwat saya khusunya en pembaca blog saya umumnya


Yang pertama kultwit dr master @AidilAkbar ttg #JualBeliReksadana

Karena masih banyak yang salah ngerti mekanisme Reksadana jam 12.30 kita akan bahas lagi ya, hashtagnya #JualBeliReksadana

Mari kita ungkap mistery Reksadana skrng hashtag #JualBeliReksadana silahkan RT cc @hafizkrijal @ridwanraharjo @jamilazzaini @julitriharto

Kmarin waktu #IHSG jatuh banyak yang menjual ReksaDana nya dgn harapan menjual di harga tinggi #JualBeliReksaDana

Jual reksadana saat drop belum tentu mendapatkan hasil maksimal ataupun harga yg kita inginkan #JualBeliReksadana

Harap diingat, Reksadana adalah kumpulan dana yang dikelola Manajer Investasi #JualBeliReksadana

Artinya, Manajer Investasi akan melakukan transaksi jual-beli (misalnya Saham) setiap hari #JualBeliReksadana

Artinya, % penurunan #IHSG belum tentu sama dgn persentase penurunan Reksadana yang kita miliki #JualBeliReksadana

Reksadana akan menghitung Nilai Aktiva Bersih berdasarkan nilai penutupan dr transaksi per hr itu #JualBeliReksadana

NAB dihitung dr total aset (value investasi RD) dikurangi kewajiban2 dibagi jumlah unit yg beredar #JualBeliReksadana

Yg artinya NAB Reksadana Saham/Campuran baru keluar setelah penutupan pasar (bursa) hr tersebut #JualBeliReksadana

Mengapa hal ini diulang-ulang? Agar teman2 mengerti mekanisme jual beli Reksadana yang kita miliki #JualBeliReksadana

Kl kita jual sebelum jam 13.00 (form diterima MI),mk kita akan mendapatkan NAB penutupan hari itu #JualBeliReksadana

Artinya,bila kt jual seblm jam 13.00, NAB yg dipakai akan keluar malam ini,diumumkan dikoran besok #JualBeliReksadana

Mari kita contoh simulasi pakai ber andai-andai #JualBeliReksadana

Kt pk contoh kejadian Senin&Selasa kemarin,kt anggap nilai IHSG sebagai patokan Reksadana Saham kt #JualBeliReksadana

Misalkan,Senin sesi 1 #ihsg drop 2,5% kita jual Reksadana seblm jam 13.00,-2.5% BUKAN NAB yg kt dapat #JualBeliReksadana

Ternyata Senin sore drop 5%,kt berhasil jual sblm jam 13.00,maka drop 5% itulah kira2 NAB yg kt dapat #JualBeliReksadana

Kalau kita terlambat jual (setelah jam 13.00) maka kita dapat NAB hari Selasa sore #JualBeliReksadana

Kl ternyata misalnya hr Selasa market drop lg 5%,kt telat jual di Senin,NAB yg anda dpt minus 10% #JualBeliReksadana

Jd kl jual Senin >13.00 dpt minus 10% itu hitungan dr -5% Senin + -5% Selasa (ini cuma contoh simulasi) #JualBeliReksadana

Jd jgn kaget,bila tweeps jual ReksaDana Senin sore,NAB yg didapat sudah minus jatuh sekali,krn itu akumulasi 2hr #JualBeliReksadana

Itulah sebabnya sulit untuk “timing” jual beli Reksadana #JualBeliReksadana

Itulah sebabnya ReksaDana adalah produk untuk investasi (jangka panjang) ,bukan utk di Trading (jual-beli) #JualBeliReksadana


Lanjut kultwit ke2 oleh sang financial planner profesional @mrshananto di #FinClic nya yg biasa digunain tuk berbagi ilmu

Byk yg underestimate investasi bulanan di Reksadana. Krn returnnya kayanya gak signifikan skrg. Kebykan org maunya instan! #FinClic

Pdhl yg diperlukan adalah konsistensi menyisihkan. Kl dl taunya cm nabung, skrg proses sisihkan itu k RD spy lwn inflasi #FinClic

Di Buku "Untuk Indonesia Yg Kuat" gw jelasin detil ttg pentingnya menyisihkan » Bab3 Menabung Saja Tdk Cukup. Kita mampunya sdkit #FinClic

Kl mau nabung aja, biar aman, nabungnya harus gede bgt. 90% dr gaji, itu cara bokap gw dg tinggal 14jam jalan darat dr Makassar #FinClic

Kita "rajin" belanja n nongkrong2 paling2 bisa menyisihkan 10-30% dr gaji. Ditabung doang pasti gak cukup. Msk RD msh ada harapan #FinClic

Dg Investasi/bln di Reksadana (monthly regular at any price!) terbentuk nilai yg bertumbuh dlm jk pjg. Ini Konsep FinPlan #FinClic

Ngomongin BisnisPropertiSahamEmas, org excited. Kl gw blgin suami gw umur33 pensiun dini krn udh investasi di RD 8thn, excited ga? #FinClic

Ngomongin Investasi/blnan di RD org gak excited krn gak merasakan "menang" nya. Pdhl itu u mencapai Tujuan. Peace of mind #FinClic

Suami gw dl kerja full time. Dia bukan tipe org yg brani ninggalin kerjaan tanpa kepastian penghslan u anak bininya. Tp bs disiapin #FinClic

Selama 8thn terakhir gw + suami Invest/bln untuk » Dana Darurat, Pendidikan, Pensiun, Liburan, DP Rmh. Semua di Reksadana #FinClic

Dlm 8thn terakhir, kami jg mengembangkan Bisnis, Properti, Surat Berharga » spy gak mengandalkan penghslan dari 1 sumber gaji suami #FinClic

Untuk pensiun 100%, target DanaPensiun kami 28M :p ya blm punya lah duit segitu. Tp pelan2 Aset Aktif + RD berkembang #FinClic

Mmg u gantikan penghslan suami yg posisi nya udh tinggi, hrs dari 2 Bisnis + 1 Properti. Tp RD yg terkumpul meyakinkan dia u quit #FinClic

Gw, gak wajib nafkahi keluarga. Suami gw gak bs begitu. Kl dia quit & gaji gak jelas, dia mikirin gw+anak. Wkt mau quit ngitung! #FinClic

Waktu kami ngitung itu, lega bgt liat brp yg berhasil kami "selamatkan" dari diri sendiri dlm 8thn dan TUMBUH di RD #FinClic

Portofolio gw gedenya di Bisnis bukan RD, hampir 70% total Aset. Tp wkt periksa di RD siap Darurat & Pendidikan rasanya tenang bgt #FinClic

Mau byk duit itu ada di Bisnis! Returnnya gak terbantahkan kl sukses ;) tp punya Bisnis gak punya Dana Pendidikan? #FinClic

Wkt mau quit, ini yg terjadi: Fasilitas kantor apa yg hrs diganti? AsKes & Mobil. Ehem begitu resign gw hamil, jd DanaMelahirkan jg #FinClic

Wkt mau quit, ini yg terjadi: Dana Pendidikan anak2 gmn? Cicilan KPR gmn? Biaya hidup gmn? #FinClic

Jadi, kami beli AsKes(drkantorgwdpt), AsJi (u gw, sblmnya hanya u suami) & beli mbl 2nd cash spy gak ada +cicilan #FinClic

Kami jg periksa, brp min biayahidup tanpa gaji @dondihananto. Bisnis Properti sdh hslkan brp/bln u tutupi gaji yg hilang #FinClic

Yg bikin tenang... hsl invst/bln di RD selama 8thn ternyata jumlahnya cukup besar u DaPend anak2. Tinggal dimonitor aja #FinClic

Segitu dl. Gw udh sampe di lokasi acara bukpus + tarawih keluarga besar. Jgn underestimate Invest/bln di RD nya ya! #FinClic


Okeh segitu ilmu tuk hari ini
Happy investing
"Baca - Pahami - Praktekkan = Financial freedom"